Sertijab Pangarmabar dan Pangkolinlamil

Jakarta, PAB-Online
Jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat  akan diserahterimakan senin 12 September 2011 dari Pejabat Lama Laksamana Muda TNI Hari Bowo, MSc. Kepada Laksama Muda TNI Didit Herdiawan, MPA.,MBA yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkolinlamil sementara itu jabatan Pangkolinlamil akan dijabat oleh Laksamana Pertama TNI Agung Pramono. SH.Mhum. sebelumnya menjabat Waasrena Kasal.

Laksamana Muda TNI Hari Bowo, MSc akan menempati Jabatan barunya sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasal di Mabesal. Jabatan Pangarmabar merupakan jabatan strategis karena wilayah kerjanya meliputi mulai dari Cirebon hingga Aceh membawahi 4 Lantamal, 18 Lanal, 4 Fasharkan  dan 6 Satuan kapal yaitu Satuan Kapal Eskorta (Satkor), Satuan Kapal Ampibi (Safib), Satuan Kapal Patroli (Satrol), Satuan Kapal Cepat (Satkat), Satuan Kapal Bantu (Saban), Satuan Kapal Ranjau (Satran), dan Satuan Pasukan Katak .(Satpaska) serta Kolatarmabar

Sehubungan dengan Tugas Pokok Koarmabar sebagai  Kotama Operasional bertugas menyelenggarakan operasi Intelmar guna mendukung pelaksanaan Operasi Laut, menyelenggarakan Opersi Tempur Laut dalam rangka OMP (Operasi Militer Perang) baik operasi gabungan maupun mandiri dan menyelenggarakan OMSP (Operasi Militer Selain Perang) serta Operasi Laut sehari-hari maupun operasi keamanan laut di wilayah sesuai dengan kebijakan Panglima TNI, sehingga secara otomatis eksistensi stabilitas dan keamanan kawasan Selat Malaka dan Laut Natuna merupakan tanggung jawab Koarmabar sesuai dengan tugas pokoknya

Disamping itu kawasan yang menjadi tanggung jawab Komando Armada RI Kawasan Barat terdapat jalur pelayaran Internasional Beberapa kawasan laut yang  menjadi fokus Armabar dalam melakukan patroli pengamanan sepanjang tahun yaitu Laut Natuna dan Selat Malaka    karena Selat Malaka merupakan kawasan yang menjadi tanggung jawab Koarmabar adalah kunci stabilitas keamanan maupun perekonomian, sehingga Jabatan Pangarmabar merupakan salah satu jabatan yang sangat strategis. Kawasan ini dilewati lebih dari 11 juta barel minyak bumi/perhari dari Timur Tengah ke Jepang dan negara-negara Asia Timur menjadikan Selat Malaka merupakan selat kedua terpenting setelah Selat Hormuz (15.3 juta barel/hari) serta lebih dari 50.000 kapal dagang melintasi Selat Malaka (600/hari).

Selat Malaka sebagai perairan yang sangat strategis. Di sisi lain sepanjang jalur tersebut terdapat berbagai obyek vital yang sangat berperan mendukung perkembangan dan kemajuan suatu negara. Perdagangan Eropa dan Asia Timur sangat tergantung pada keamanan Selat Malaka, maka secara keseluruhan Selat Malaka merupakan faktor kunci dari kesinambungan dan stabilitas 30 persen kebutuhan minyak Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, sekitar 90 persen. Sementara itu perdagangan internasional dilakukan melalui laut dan hampir separuhnya melewati kawasan yang berada di dalam wilayah yurisdiksi dan kedaulatan Indonesia khususnya wilayah kerja Koarmabar.

Lalulintas perdagangan melalui Selat Malaka sebagian besar tergantung  pada keamanan maritim. Jepang konon harus menebus biaya tambahan sekitar 87 juta dolar AS/bulan jika terjadi gangguan serius di Selat Malaka  atau bahkan lebih dari 250 juta dolar AS/bulan jika gangguan itu meluas sampai ke Laut Cina Selatan, secara ekonomis sulit menemukan alternatif bagi Selat Malaka , khususnya bagi kapal-kapal hingga berbobot 300 dwt.

Sehubungan letak dan posisi Selat Malaka yang sangat penting terhadap perekonomian dunia maka TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar mengembangkan formulasi untuk pengamanan perairan antara lain Patkor Malindo (Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia), sedangkan Singapura dilakukan Patkor Indosin (Patroli Koordinasi Indonesia-Singapura) dan Indindo (Patroli Koordinasi India- Indonesia ) serta dalam bentuk pengamanan Selat Malaka yang di lakukan oleh negara sekawasan diwadahi dalam bentuk Malacca Strait Sea Patrol (MSSP) hal ini sebagai wujud tanggung jawab negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, India.

Untuk meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi tindak kejahatan dilaut, TNI Angkatan Laut juga telah membentuk Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang berkedudukan di Batam dan Belawan, sementara itu pusat koordinasi pihak Malaysia berada di Lumut, Pihak Singapura di Changi dan pihak Thailand berada di Phuket. Dari tempat ini Selat Malaka dan Selat Singapura beserta kawasan sekitarnya diawasi terus menerus selama 24 jam setiap hari.(dpnbr)


RIWAYAT HIDUP
LAKSAMANA MUDA TNI DIDIT HERDIAWAN, MPA., MBA.

Laksamana  Muda TNI  Didit Herdiawan, MPA., MBA. dilantik menjadi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno pada tanggal 25 Nopember 2010 menggantikan Laksamana Muda TNI Slamet Yulistiyono. Laksamana Muda TNI  Didit Herdiawan, MPA., MBA. menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XXIX tahun 1984.

Dilantik sebagai Perwira TNI AL tahun 1984 dengan pangkat Letnan Dua dan telah melaksanakan berbagai penugasan. Pertamanya di KRI Ngurahrai-344 sebagai Perwira Divisi AKS (1985), Perwira Seksi Watpers Satkor Armatim (1988), Perwira Seksi Glapur Kolat Armatim (1994), Kasubdiv Evagiat Puslatlekdalsen Kodikal (1995), Kasubdis PBA Puslatlekdalsen Kodikal (1995), Palaksa KRI Lambung Mangkurat-374 (1996), Palaksa KRI Fatahillah-361 (1997), Komandan KRI Nuku-373 (1997), Dirsesenbar Pusdiksopsla Kodikal (1999), Dirselapa Pusdikopsla Kodikal (2001), Danpuslatlekdalsen Kodikal (2002), Sahli Pang “D” Jemen Koarmatim (2003 ), Asisten Operasi Danlantamal VIII Koarmatim (2003), Dansatkor Koarmabar (2004), Ajudan Presiden RI (2004-2009), Danguspurla Koarmabar (2009), Kepala Staf Koarmabar (2010), Panglima Kolinlamil (2010) dan pada tanggal 12 September 2011 akan menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat.

Berbagai pendidikan militer yang pernah diikuti selain AAL adalah Intro Of Computer System (1984), Suspaja (1984), Intro Of Businness Apllication (1985), Sus Cobol Programming One (1985), Sus Cobol Programming Two (1985), Data Base Management Systems (1985), Sus TPO MK-46 (1987), Sus Harpoon (1989) San Diego USA, Diskspespa SBA Angkatan-7 (1992/1993), Diklapa II Koum Angkatan-8 (1994/1995), Joint Services Command and Staff College, United Kingdom (1998/1999), Sus Planning and Operation, San Remo, Itali (2002), Sesko TNI Angkatan-30 (2003), Lemhannas RI (2011).

Tanda jasa yang dimiliki meliputi Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Nararya, Satyalancana Gom VII, Satyalancana Seroja, Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Dwidya Sistha I, Satyalancana Kebaktian Sosial, Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV.


RIWAYAT HIDUP
LAKSAMANA MUDA TNI Hari Bowo, M.Sc

Laksamana Muda TNI Hari Bowo, M.Sc Menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) pada tanggal 18 November 2010 s/d 12 September 2011. Laksamana Muda TNI Hari Bowo,M.Sc, Menamatkan pendidikan Militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatanXXVII tahun 1982.

Dilantik menjadi perwira TNI AL tahun 1982 dengan pangkat Letnan Dua telah melaksanakan berbagai penugasan. pertama di KRI Teluk Saleh-510 sebagai Perwira Muat (1982) Perwira Divisi PIT KRI Marthadinata (1984), Perwira Divisi Artileri KRI Samadikun-341 (1988), Komandan KRI Harimau1985), Perwira Senjata Artileri KRI Karel Satsuit Tubun-356 (1990), Kadep Ops KRI Nala-363 (1993), Komandan KRI Sungai Gerong-906 (1993), Komandan KRI Teluk Sabang-544 (1995), Komandan KRI Teluk Cirebon-543 (1997),  Komandan KRI Patiunus-384 (1997), Komandan Lanal Dumai (1998), Komandan RI Arun-903 (2000), Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmabar (2001), Sahli Pang “A” Wilnas (2002), Paban III/Lat Sops Kasal (2002), Komandan Komando Latihan Koarmatim (2005), Kepala Staf Gugus Keamanan Laut Koarmatim (2005), Paban I /Renstra Srena Kasal (2006), Komandan Lantamal I Belawan (2007), Komandan Gugus Tempur Laut  Koarmabar (2008), Kepala Staf Koarmabar (2009), Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) (2010) dan berdasarkan Kep Panglima TNI No Kep 651/VIII/2011. menjabat Asisten Operasi Kasal.

Berbagai Pendidikan Militer yang pernah diikuti selain AAL adalah : Dikpespa Art (1987/1988), Operationele School (1989), Diklapa-II Koum Angkatan-5 (1991/1992), Seskoal-34 (1996/1997), Sesko TNI Angkatan-29 (2002), PPRA Lemhanas Angkatan XL (2007)

Tanda Jasa yang dimiliki meliputi : Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kebaktian sosial, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Wibawa Seroja Nugraha. Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI,XXIV.


Kolinlamil
Tugas pokok dan operasional Komando Lintas laut Militer.

Kolinlamil adalah Komando Utama (Kotama) Pembinaan dan Operasional. Dalam bidang pembinaan Kolinlamil berkedudukan langsung di bawah Kasal, sedangkan dalam bidang operasional berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

Kolinlamil sebagai Kotama Ops bertugas menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI baik dalam rangka OMP maupun OMSP dan bantuan angkutan laut sesuai dengan kebijakan Panglima TNI

Kolinlamil sebagai Kotama pembinaan bertugas sebagai pembina tunggal angkutan laut TNI, membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional guna kepentingan pertahanan dan keamanan negara di laut dan membina kesiapan operasional untuk melaksanakan angkutan laut TNI yang meliputi personel, alat-peralatan dan pembekalan baik yang bersifat taktis, strategis maupun administratif sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Kolinlamil sesuai fungsi dan tugasnya melaksanakan pergeseran kekuatan militer baik pasukan maupun logistik melalui laut di seluruh perairan nusantara. Kegiatan lintas laut oleh unsur-unsur Kolinlamil maupun unsur-unsur yang di-Bawah Kendali Operasi (BKO) Kolinlamil dapat dilaksanakan secara individu maupun dalam formasi baik pada saat damai maupun masa perang. Pergeseran pasukan maupun logistik dapat dilakukan dari suatu Pangkalan Angkatan Laut, Pelabuhan Umum, Pantai ke Pangkalan Angkatan Laut atau ke Pelabuhan Umum dan pantai lainnya. Untuk itu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya unsur-unsur Kolinlamil dituntut untuk mampu secara optimal.

Sebagai Kotama pengemban tugas operasional, pada saat ini Kolinlamil mengoperasikan beberapa Kapal/KRI dari berbagai jenis, antara lain : Angkut Tank (AT), Bantu Umum (BU), Bantu Angkut Personel (BAP) dan Landing Platform Dock (LPD) KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 produksi dalam negeri . Di samping unsur KRI termasuk di dalamnya pengelolaan dua buah terminal Kolinlamil, sebagai unsur Komando Pelaksana (Kolak) membawahi dua Komando Pelaksana Pembinaan (Kolakbin) yaitu Saltinlamil Jakarta dan Satlinlamil Surabaya.

Berbagai bidang Operasi yang dilaksanakan selama kurun waktu masa Jabatan Panglima Kolinlamil Laksda TNI Didit Herdiawan, MPA.,MBA. sejak akhir tahun 2010 telah melaksanakan  kegiatan operasi angkutan laut militer  dan latihan–latihan mulai dari latihan peran-peran dalam rangka meningkatkan kemampuan tehnis personel dalam mengawaki Unsur  kapal perang di jajaran Kolinlamil.

Pada tahun 2011 ini Kolinlamil  melaksanakan operasi pergeseran pasukan pengamanan pulau terluar, pengamanan daerah rawan, serta pengamanan daerah perbatasan dengan negara tetangga. Di wilayah Barat  melaksanakan operasi angkutan pengamanan atas pulau-pulau terluar Republik Indonesia, seperti Pulau Batam, Pulau Berhala, Pulau Sabang, serta Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura.

Sedangkan kegiatan operasi ke wilayah Timur Indonesia dalam rangka mendukung pergeseran pasukan pengamanan perbatasan RI – Papua New Guinea (PNG) dan timor leste pulau sekitar Pulau Biak.    Pasukan  yang   ditempatkan di wilayah Kupang diantaranya untuk menjaga pulau-pulau antara lain pulau Dana, Rote dan Pulau Beras .    

Selain itu juga telah dilaksanakan dalam mendukung program pemerintah, kolinlamil telah mengerahkan dua KRI di jajaran Kolinlamil dalam mendukung Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2011 dengan tujuan Jakarta-Semarang PP, dan Jakarta- Padang PP.

Untuk meningkatkan profesionalisme dan mengasah naluri tempur prajuritnya, Kolinlamil selalu melaksanakan berbagai kegiatan latihan seperti Latihan Angkutan Laut Militer,  Latihan  Geladi Tugas Tempur Tingkat I sampai  III dan  Latihan Penggunaan Senjata Organik serta latihan penanggulangan kebakaran dan penyelematan kapal..  Disamping itu juga senantiasaberperansertadalamlatihanpuncak TNI AL Armada Jaya dan LatihanGabungan TNI.

Demikian pula dilaksanakan latihan pratugas unsur-unsur jajaran Kolinlamil yang tergabung dalam latihan Pratugas Satgas Unsur Kolinlamil melibatkan 10 unsur KRI dari Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya dan Jakara,

Salah satu kebijakan Kolinlamil dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai Kotama operasional khususnya dalam rangka operasi militer selain perang adalah melaksanakan bantuan bencana alam dan bakti TNI/TNI Angkatan Laut.

Sebagai wujud tanggung jawab, Kolinlamil telah menyusun buku petunjuk lapangan Posko Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Komando Lintas Laut Militer (Satgas PB Kolinlamil), untuk menjelaskan tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh pejabat yang terlibat serta untuk keseragaman tindak dalam melaksanakan tugas selama kegiatan tanggap darurat penanggulangan bencana berlangsung.

Hal tersebut sebagai salah satu pedoman mulai dari proses pembentukan satgas, pengumpulan bantuan, embarkasi/debarkasi sampai pendistribusian barang bantuan ke daerah yang terkena bencana

Dalam bidang penanggulangan Bencana Alam sesuai dengan perintah pimpinan  telah dilaksanakan pembukaan Posko TNI AL  penanggulangan korban bencana Alam yang bertugas  mengangkut bantuan dari instansi pemerintah dan swasta serta bantuan kemanusiaan dari perorangan.


RIWAYAT HIDUP
Laksamana Pertama TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum.

Laksamana Pertama TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. dilantik menjadi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno pada hari Senin, tanggal 12 September 2011 menggantikan Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA., MBA. Laksamana Pertama TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. yang menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XXIX tahun 1984 ini, sebelumnya berdinas sebagai Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut.

Sejak dilantik sebagai perwira TNI AL dengan Pangkat Letnan Dua pada tahun 1984,  telah mengalami berbagai penugasan baik di kapal perang maupun di staf. Pernah menjabat sebagai komandan pada empat kapal perang.

Penugasan pertama di KRI Layang sebagai Kepala Departemen Senjata Bahari (Kadepsenbah) tahun 1987, Palaksa KRI Layang-805 tahun 1988, di KRI Martadinata-342 sebagai Pejabat Sementara Perwira Divisi Anti Kapal Selam      (PS Padiv AKS) tahun 1990,  Kepala Departemen Navigasi Operasi (Kadep Navops) tahun 1992, di Mabesal sebagai Perwira Penghubung Protokol Kasal tahun 1993, di KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 sebagai Kepala Departemen Operasi (Kadepops) tahun 1994, KRI Rakata-922 sebagai Komandan KRI tahun 1995, di Mabesal sebagai Perwira Penghubung Protokol Kasal tahun 1996, di KRI Teluk Sampit-515 sebagai Komandan KRI tahun 1998, di KRI Teluk Ende-517 sebagai Komandan KRI tahun 2001, di KRI Nala sebagai Komandan KRI tahun 2002, di Mabes TNI sebagai Pabandya C-42 BAIS TNI 2002, di Canberra Australia sebagai Atase Laut tahun 2003, di Koarmatim sebagai Asisten Operasi Pangarmatim tahun 2006, Staf Ahli Pangarnatim “A” Wilnas tahun 2008, di Mabesal sebagai Paban I Renstra Srenal tahun 2008, di Koarmatim sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut tahun 2010 dan jabatan terakhir sebelum menjabat Pangkolinlamil sebagai Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal 2010.

Pendidikan umum lanjutan diantaranya S-1 Ilmu Hukum UHT  tahun 1995 dan  S-2 Magister Ilmu Hukum Untag Surabaya tahun 2002.

Berbagai pendidikan militer yang pernah diikuti selain AAL adalah : Kursus Perwira Remaja (1984), Dikspespa SBA (1989), Diklapa II Koum (1992), Kursus Perwira Penyidik di Laut (1996), Seskoal Angkatan-35 (1998), Kursus Atase Pertahanan Republik Indonesia Angkatan-6 (2003) dan Sesko TNI angkatan-35 (2008).

Tanda jasa yang dimiliki meliputi : Bintang  Jalasena Nararya, Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV tahun.

Laksamana Pertama TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. dalam menjalankan tugas sehari-hari didampingi oleh istri Ny. drg. Latiani Yuswati dan dikarunia dua orang putra/putri, yaitu : Pratiwi Putri Anugerah dan Praditya Putra Anugerah.(Hen)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.