HOT NEWS
Selasa, 26 November 2013 01:32   
Kapolri Sutarman Diminta Turun Tangan
  • Kasus Raibnya Dua Kapal Asing di Polda Kepri

JAKARTA - Tindak lanjut penyelidikan kasus raibnya dua kapal nelayan asing yang ditangkap petugas Patroli Baharkam Mabes Polri di perairan Natuna, Provinsi Kepri bak hilang ditelan bumi. Kapolri (Jend) Sutarman diminta turun tangan untuk mengusut kasus yang kian mencoreng institusi baju coklat itu.

Berita hilangnya dua kapal nelayan berbendera Thailand itu sempat menjadi sorotan media. Apalagi kapal dimaksud merupakan hasil tangkapan Mabes Polri yang dititipkan di pelabuhan Direktorat Polair Polda Kepri, Sekupang Kota Batam. Ironinya, hingga lebih dua tahun berlalu, kasusnya bukan diungkap malah sebaliknya tak pernah kedengaran lagi.

Kalangan praktisi hukum meminta Kapolri Sutarman dapat menuntaskan kasus itu. Sutarman dianggap sangat menguasai kasus dimaksud mengingat orang nomor satu di Polri itu pernah menjabat sebagai Kapolda Kepri. "Kalau pada kepemimpinan Pak Sutarman saja kasus itu tidak berhasil dituntaskan, sama saja wibawa Polri di Kepri sudah hilang," ujar Rosmini SH, pemerhati hukum kepada PAB Indonesia, Senin (25/11/2013).

Menurut Rosmini, ada hal-hal yang ganjil dalam pengusutan kasus itu. Disebutkan, Mabes Polri seharusnya meminta pertanggungjawaban Kombes Pol Yassin Kosasih sebagai Direktur Polair Kepri Kombes saat peristiwa itu terjadi. Ironinya kata dia, Yassin malah terus dipertahankan di posisi itu malah sekarang sedang dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Saya dengar Pak Yassin malah sedang pendidikan sekarang dan berisiap menyandang bintang," katanya.

Sebelumnya kepada media Anggota DPRD Kota Batam Helmy Hemilton SH mengatakan Yassin harus berani mempertangungjawabkan masalah tersebut. Ia malah mengatakan ada keanehan jika barang sitaan (Mabes Polri) hilang begitu saja, tanpa ada proses hukum lebih lanjut."Apapun alasannya jika kapal tangkapan Mabes Polri itu benar hilang, maka pihak Polda Kepri harus segera melakukan pengusutan hingga tuntas serta mencari tahu dimana posisi kapal tangkapan tersebut sekarang ini," kata Helmi seperti dilansir Haluan Kepri.

Belum diperoleh keterangan dari Yassin Kosasih maupun Kapolda Kepri Brigjen (Pol) Endjang Sudradjat. (ghank)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.