HOT NEWS
Rabu, 02 Mei 2012 11:32   
Jenderal (purn) Tyasno Sudarto, Kukuhkan DHN 45

Jakarta, PAB-Online
Ketua Umum  Dewan Harian Nasional' 45 Jenderal TNI (purn) Tyasno Sudarto, Senin, (30/04) di Gedung Juang, Cikini, Jakarta Pusat, mengkukuhkan Pengurus Dewan  Harian Nasional (DHN) 45 priode tahun 2012-2017.

DHN 45 jelas Tyasno adalah badan penerus pembudayaan jiwa semangat dan nilai-nilai juang 45. Jabatan ini benar-benar adalah pengabdian, karena DHN bukanlah organisasi profit oriented yang mengejar keuntungan materi, juga bukan organisasi partai politik yang mengejar kekuasaan dan kedudukan.

Badan ini tambahnya  sebagai badan pembawa bendera panji-panji Proklamasi 17 Agustus 1945. Maka itu jelasnya, mantan Presiden Soeharto pernah mengatakan, pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar atau visi dan misi DHN 45.

Intinya DHN 45 adalah satu organisasi yang menegakkan, melaksanakan dan mempertahankan ideology Bangsa dan Negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD'45, Bhineka Tunggal Ika, NKRI serta cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Lebih lanjut  kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat era 90-an ini, sekarang kondisi Bangsa dan Negara sangatlah mengkhawatirkan. Persatuan dan Kesatuan Bangsa terancam oleh penyelenggaraan system berbangsa, bermasyarakat dan bernegara yang telah menyimpang dari jati diri dan kepribadian sendiri.

Pancasila ujarnya tidak dilaksanakan sebagai mana mestinya. UUD'45 diubah/diamandemen dengan cara yang sembrono, kebablasan dan “anarkhis sindikalism” sehingga menyimpang dengan jiwa dan ruh pembukaanya.

Sumber daya alam kita tegasnya dirampok oleh konspirasi global asing dan justru mendapat kemudahaan dari pemerintah. Tanah khak ulayat dan rakyat telah tergusur oleh kepemilikan individu, perusahaan, dan asing. Bahkan air pun telah dikuasai asing yang dijual kepada rakyat.

Belum lagi system perpajakan yang kian lama kian memberatkan rakyat, tetapi penggunaanya justru tidak diutamakan untuk kepentingan rakyat. Subsidi-subsidi untuk meringankan beban ekonomi rakyat harus dicabut tetapi justru subsidi untuk bunga obligasi rekap BLBI sebesar 60 triliun tiap tahun tetap dibayarkan walaupun bank-banknya yang disubsidi sudah  mencatat keuntungan triluan rupaiah setiap tahunnya.

Dimanakah letak keadilan ekonomi rakyat? Pendek kata tandas Tyasno sebenarnya bangsa kita saat ini masih terjajah. Kita sebagai bangsa belum berdaulal dibidang politik, belum berdikari dibidang ekonomi dan belum berkepribadian sendiri dibidang budaya. (Zul)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.