|
Jakarta, PAB-Online ersangka kasus suap cek pelawat Nunun Nurbaeti ditangkap oleh Kepolisian Internasional (Interpol) di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Jumat (9/12). Ia pun sudah dipulangkan ke Tanah Air pada Sabtu (10/12). Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah menceritakan kronologis penangkapan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu.
Pada Rabu (7/12), KPK mendapat informasi dari pihak Interpol Thailand bahwa ada seseorang yang mirip dengan Nunun. Mendapat informasi tersebut, KPK segera mengirimkan timnya keesokan harinya, Kamis (8/12), untuk mengecek informasi tersebut.
Setelah sampai di Thailand, tim KPK langsung mencocokkan data-data terkait Nunun. "Setelah data-data cocok, tim KPK berkesimpulan bahwa orang yang dimaksud oleh Interpol adalah Nunun yang selama ini kita cari," kata Chandra saat memberikan keterangan di kantornya, Sabtu (10/12) malam.
Penangkapan akhirnya direncanakan pada Jumat (9/12). Tim KPK mempercayakan penangkapan kepada Interpol dan tim KPK menunggu di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. Setelah ditangkap, Interpol kemudian menyerahkan Nunun ke pihak KPK.
Penyerahan itu dilangsungkan di dalam pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 837 tujuan Bangkok-Jakarta. Di dalam pesawat, tim KPK meminta Nunun untuk menandatangani berita acara penangkapan. Nunun pun bersedia untuk menandatangani berita acara itu.
"Setelah proses administrasi selesai, pesawat berangkat pada pukul 14.30 waktu Thailand dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 17.40 WIB," kata Chandra. Setelah tiba di Jakarta, Nunun langsung tiba di Kantor KPK pada pukul 19.30 WIB malam.
Hingga saat ini, Nunun masih menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti proses administrasi. Rencananya, Nunun akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu Jakarta. Selanjutnya, Nunun akan mengikuti proses penyidikan yang dilakukan oleh KPK.
Seperti diketahui, Nunun Nurbaeti meningalkan tanah air sejak 2010 lalu atau beberapa hari sebelum ia dicekal. Namun, ia baru ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2011. Ia meninggalkan tanah air dengan tujuan untuk berobat di Singapura. Namun, dalam perjalanannya, ternyata ia sempat terlacak singgah ke Thailand dan Kamboja.(Zul/Rep/IP)
|