|
Singapura, PAB-Online Harga emas turun sekira dua persen setelah intervensi Jepang di pasar mata uang memicu sebuah rally cepat dalam dolar dan menakuti para investor logam mulia.
Jepang melakukan intervensi secara sepihak di pasar valuta asing pada Senin untuk mengekang kekuatan yen, mengirim dolar naik lebih dari satu persen terhadap kelompok mata uang utama dunia.
Seorang analis di Phillip Futures Ong Yi Ling menyatakan, lonjakan besar dalam dolar menekan harga emas. "Tapi selama emas tetap di atas USD1.700, sentimen harus tetap cukup bullish," kata Ong Yi Ling seperti dikutip dari Reuters, Senin (31/10/2011).
Penurunan paling aktif terjadi pada emas Amerika Seirikat (AS) kontrak berjangka, yakni 2,3 persen menjadi USD1.707,7 per ounce, dan pulih sedikit menjadi USD1.713,80 per ounce. Harga ini menuju kenaikan bulanan 5,6 persen.
Spot emas turun hampir dua persen menjadi USD1.705,89 dan stabil di USD1.711,79. Meski demikian, harga tersebut masih di jalur untuk kenaikan bulanan lebih dari lima persen setelah mengalami penurunan hampir 11 persen pada September lalu.
Spot perak turun 2,7 persen menjadi USD34,28. Perak kontrak berjangka AS paling aktif juga kehilangan lebih dari dua persen menjadi USD34,21.
Spot platinum mengalami penurunan terburuk dalam sebulan yakni 2,7 persen. Spot paladium turun 1,8 persen menjadi USD651,99.
Analis pasar emas menyatakan, minggu lalu emas naik terlalu cepat dan kini koreksi datang. Stop-loss penjualan juga memberikan kontribusi ke penurunan harga tersebut.
Investasi bunga emas muncul kembali dalam beberapa pekan terakhir setelah pemimpin zona euro menyepakati solusi krisis utang mereka. Kesepakatan itu membuat harga emas naik enam persen minggu lalu meski dengan susah payah.
Pada hari-hari ke depan, investor akan mengawasi pertemuan kebijakan Federal Reserve AS, serta pertemuan kelompok G-20 yang akan membicarakan upaya terkoordinasi atau janji untuk membantu menstabilkan pasar keuangan dunia.(AFP/Okz/Idt)
|