|
|
| Himpunan Petani Jagung Tolak Impor Jagung |
|
Medan, PAB-Online Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagin) Sumatera Utara menilai kebijakan impor jagung di Sumatera Utara yang membuat sengsara. "Setelah beberapa kali impor jagung ini berulang kami merasa perlu untuk mengerahkan masa petani untuk beraspirasi.Gubernur, DPRD, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, merupakan pihak yang berkompeten dan bertanggung jawab atas kebijakan impor jagung dan meminta komitmen mereka untuk melindungi dan mensejahterakan petani," ungkap Ketua Hipajagin Sumut, Jemat Sembayang dalam keterangan Persnya, Minggu (19/02/2012), sekaitan dengan akan digelarnya demo Senin (20/02/2012) besok. Petani Indonesia sudah sejak awal tidak merasakan kehadiran negara dalam proses tahapan produksinya. Mulai dari bibit yang harus dibeli mahal, pupuk langka dan mahal sampai pada harga jual semua masalah itu harus dihadapi dan ditanggung sendiri resikonya oleh petani. "Kebijakan mengimpor Jagung di Sumatera Utara pada masa panen raya seperti ini adalah kebijakan yang sama sekali tidak memikirkan nasib petani Indonesia," ungkapnya. Dijelaskan Jemar, Impor baru-baru ini membuat harga jagung ditingkat petani anjlok lagi dari Rp2.400 per kg menjadi Rp2.100 per kg. Bahkan ada harga yang di bawah Rp2.000 per kg. Dan Petani khawatir harga jagung kembali tinggal Rp1.800 per kg seperti di Desember 2011 dimana jagung impor asal India "membanjiri" pasar Sumut.Ia menilai, Pemerintah Sumatera utara sebagai salah satu provinsi penghasil jagung nasional ternyata malah menerima masuknya jagung impor. Produksi jagung Sumut sekitar 1,3 juta ton, sementara kebutuhan sebanyak 1,5 juta ton lebih.(f hariyanto/PAB) |
