|
Senin, 09 Januari 2012 15:10 |
|
|
Anwar Ibrahim Ajak Pendukungnya Bersatu |
|
Kuala Lumpur, PAB-Online Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim seusai dinyatakan bebas dari tuduhan sodomi terhadap Mohd Saiful Bukhari, mengajak para pendukungnya untuk bersatu guna mewujudkan sistem demokrasi, media yang bebas, serta perekonomian yang adil.
"Mari wujudkan sistem yang demokratis, kebebasan media dan ekonomi yang adil," kata Anwar dalam orasinya di hadapan ribuan pendukungnya yang memadati halaman depan Mahkamah Kuala Lumpur, Senin (9/1). "Kita harus bersatu untuk rakyat karena rakyat hakim negara."
Ajakan Anwar tersebut disambut teriakan oleh para pendukungan dengan mengucapkan takbir beberapa kali sambil mengangkat kedua belah tangannya sebagai wujud rasa syukur mereka karena pimpinannya itu telah terbebas dari segala tuduhan.
Dalam kesempatan itu, di hadapan para pendukungnya ia mengucapkan terima kasih kepada Azizah (istri) beserta keluarga yang telah mendampingi selama ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin PAS, pimpinan DAP dan segenap pendukungnya karena tetap memberikan dukungan meskipun sejumlah tuduhan dialamatkan kepadanya.
Dato Johari bin Abdul, anggota parlemen Malaysia ikut bersyukur atas bebasnya Anwar Ibrahim dan berharap ke depan yang bersangkutan bisa maju untuk mengikuti pemilu Perdana Menteri.
"Dengan dibebaskannya Anwar tentu membuktikan bahwa tuduhan kepadanya hanya konspirasi belaka," ungkapnya.
Sedangkan, Presiden Kumpulan Aktivis Mahasiswa Independen (KAMI) Haziq Abdul Aziz mengatakan bebasnya Anwar membuat KAMI bangga dan membuktikan bahwa dia bukan penipu tapi pembela keadilan. Ia berharap selepas ini, Anwar akan memimpin rakyatnya dengan maju dalam mengikuti pemilihan raya (pemilu-red) yang bersih.
"Dengan ikut pemilu, dia bisa membawa negara menjadi lebih demokratis," ucapnya. between them saw Anwar ousted in 1998, beaten and jailed on sodomy and graft charges widely seen as politically motivated.
The sodomy charge was overturned in 2004 and he was released, eventually leading a fractious opposition to unprecedented gains against his former ruling party in 2008 general elections.
But new sodomy charges emerged shortly after those polls, sparking accusations they were concocted by the ruling United Malays National Organisation to stall the opposition revival.
Sodomy is illegal in Muslim-majority Malaysia and punishable by 20 years in jail.
Police earlier gave rare consent for the courthouse rally, provided it did not get out of hand.
The supporters were urged by Anwar to remain peaceful and disperse after the verdict.(AFP/MI/Zul)
|